Juri ketiga, Pius Rengka kebagian jadwal di Kabupaten Kupang. Pius pun mendatangi Desa Noelbaki yang terkenal memiliki banyak UMKM, serta memiliki pantai eksotik yang baru dipersiapkan menjadi destinasi wisata. Pangai ini diberi nama Pantai Panmuti.
Selanjutnya, mereka pun berkunjung ke Desa Tunbaun yang juga memiliki produk-produk UMKM dengan salah satu produk unggulan, virgin coconut oil (CVO), kain tenun, dan olahan keripik.
Penjurian akan dilanjutkan pekan ini, dan seluruh juri dipastikan akan turun ke lokasi desa binaan yang masuk nominasi tahun ini. Peninjauan ke lokasi akan berlangsung hingga 12 Agustus mendatang, setelah itu setiap juri akan memasukkan nama-nama desa yang dikunjunginya disertai skor berdasarkan hasil amatan di lapangan.
Untuk diketahui, dewan juri dipimpin oleh Prof Dr. Intiyas Utami, SE., M.Sc., Ph.D (unsur Akademisi, Guru Besar UKSW Salatiga dan Staff Khusus Gubernur NTT bidang Ekonomi dan Akuntabilitas Publik), Prof. Dr. Daniel Kameo,Ph.D (unsur Akademisi, Guru Besar UKSW Salatiga dan Staff Khusus Gubernur NTT bidang Pembangunan dan Ekonomi), Pius Rengka (Staf Khusus Gubernur), Handrianus Paulus Asa (Regulator/Bank Indonesia), I Ketut Oka Widisa (Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan NTT), James Adam (Unsur Akademisi, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia NTT), Ni Dewa Agung Ayu Sri Liana Dewi (Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang), Alexon Lumba, SH., M.Hum (Kadis Pendapatan dan Aset Daerah NTT), Johny Lie Rohi Lodo SH (Dinas Parekraf NTT), Tamran Ismail, S.Si., MP (Kepala Kantor Balai POM NTT), Bobby Lianto, MM., M.Ba (Ketua KADIN NTT) dan Stanley Boymau (Media Consulting Bank NTT). (Humas Bank NTT)





Tinggalkan Balasan