Yusuf Marola, dalam pertemuan, kata Madjid, menguraikan jika setelah berakhirnya kekuasaan kolonial, tanah Nanga Banda kemudian menjadi lahan terlantar, sebelum diserahkan kepada Pemda yang ditandai dengan penanaman pilar batas.
Utara berbatasan dengan kuburan Isalm baru, selatan barat dengan tanah Usman Daeng Pasala, kemudian selatan timur dengan lorong Suyono, bagian utara dan selatan berbatasan langsung dengan landasan pesawat.
Sementara bagian timur dengan kuburan Islam, barat dengan tambak garam milik Abdul Karim M. Saleh, dan terus ke utara berbatasan dengan sekolah besar yang digali, ketika pembuatan industri garam.
“Jadi setelah dari rapat itu, Yusuf Marola bersama unsur Muspika bergegas ke lokasi untuk menunjukan batas-batas tanah Nanga Banda itu,” ungkapnya.
Dari penjelasan Yusuf Marola kala itu membuat sejumlah oknum yang ketika itu mengklaim memilki lahan diatas objek tanah Nanga Banda akhirnya angkat kaki. Dimana mereka mengakui, dan menyerahkan kembali aset ke pemerintah melalui camat.
“Waktu itu camat pak Maksimus Mansur. Dengan demikian, selama saya jabat kelapa desa tahun 1982-1997, tidak ada lagi oknum yang mengkalim tanah di Nanga Banda. Setelah kelurahan baru, ada sedikit masalah,” terangnya.
Madjid menjelaskan, pengukuran dan penegasan kembali batas tanah Nanga Banda dilakukan bersamaan dengan pengukuran total luas Desa Reo.
“Saya sendiri hanya patok wilayah desa saja, karena wilayah Desa Reo itu pernah dipatok sampai di wilayah BGR kali mati ke bawah sampai di laut. Yang ukur termasuk tanah Pemda yang luasnya sekitar 10 hektar. Saya ikut rapikan pilar sampai di tambak milik Yakub Abas yang aslinya dulu bukan yang baru,” jelas Madjid.
Setelah penanaman pilar, pemerintah dan masyarakat kemudian menggali saluran membatasi tanah pemerintah dan tambak garam milik masyarakat, sehingga digalilah selokan karena mau dibuat tambak garam baru.
“Waktu itu pak bupati Anton Bagul ada industri garam, sehingga orang bikinlah tambak garam di situ yang menurut pengakuan Yusuf Marola bahwa semua menjadi aset pemerintah di bagian barat,” pungkasnya.







Tinggalkan Balasan