Pulau Timor bagian timur adalah daerah penghasil kayu cendana, salah satu wewangian yang hanya tumbuh di Nusantara. Bersama dengan produk wewangian Nusantara lainnya, seperti kayu gaharu yang tumbuh di Sumatra dan Kalimantan, kapur barus yang semula tumbuh di Sumatra bagian barat, cendana turut meramaikan jalur perdagangan wewangian dunia yang berpusat di jazirah Arab, pusat perdagangan wewangian dupa tertua di dunia. Komoditas wewangian menjadi salah satu komoditas penting dalam pasar perdagangan dunia, berdampingan dengan rempah. Sejak ribuan tahun lalu, wewangian adalah elemen penting dalam ritual keagamaan, pengobatan, kecantikan, dan pengawet jenazah raja dan para pembesar.

“Teks-teks Ibrani dari masa Raja Sulaiman sekitar 950 Sebelum Masehi telah menyebut cendana yang mereka duga berasal dari India Selatan. Sebagaimana rempah, cendana juga sempat singgah di India, lalu dianggap berasal dari dataran itu. Padahal cendana terbaik hanya lahir di daerah kering seperti kepulauan Timor, bagian timur Nusantara. Oleh sebab itu, mengikuti para pedagang Nusantara, Arab, dan China, para pedagang Eropa juga turut datang ke wilayah Timor untuk menambang emas hijau beraroma wangi itu,” Kata Ketua Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal NTT, Torry Kuswardono.