Melihat kualitas beras yang dihasilkan, Bunda Julie kemudian menawarkan kepada para petani, untuk melihat pangsa pasar untuk memasarkan hasil bumi dari para petani.
“Jadi jangan hanya sekedar kita panen saja. Harus ada keinginan untuk memasarkan. Saya bisa intervensi untuk memfasilitasi pemembuatan kemasan 5kg, 10kg dan 20kg untuk dipasarkan,” jelasnya.
Dia menjelaskan, jika disetujui, ia segera meminta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTT mewajibkan semua hotel untuk mengambil sayuran, beras dan hasil pertanian lain dari petani NTT, tanpa menginpor dari luar.
“Sehingga saya minta gubernur membuat Peraturan Gubernur (Pergub) bahwa tidak boleh ada produk luar yang masuk ke NTT. Hanya boleh menggunakan produk asli NTT,” ungkapnya.
Meski demikian, Bunda Julie meminta kepada para petani untuk meningkatkan hasil panennya, sehingga tidak hanya digunakan untuk makan. Harus menyimpan banyak stok, demi memenuhi permintaan pasar.
“Ketika sudah panen, jangan hanya simpan untuk dimakan saja. Harus tingkatkan hasil panen supaya bisa dijual. Jadi pelakunya juga harus banyak,” tandasnya.





Tinggalkan Balasan