“Kita Bank NTT yang baru dua tahun ini bisa melakukan perubahan besar. Dan adaptasi dengan keadaan ini kita sudah mempunyai strategi bisnis yang bisa diandalkan untuk mengahadapi kondisi geografis dan topografi NTT dengan berbagai tantangan infratruktur misalnya jalan, transportasi, kelistrikan dan rasio ketersediaan internet,” katanya.
Ia menambahkan, beberapa hari ke depan, di Wolobobo, Kabupaten Manggarai Barat, bank NTT akan menunjukan sebuah teknologi bahwa bank tidak hadir lagi secara fisik. Namun, Bank NTT bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat yang mau menjadi bagian dari proses transformasi digitalisasi Bank NTT.
“Kita rektrut dan latih mereka untuk menjadi agen digital Bank NTT. Kita sudah belajar dari 2018 sampai 2022 dan sudah menemukan solusi yang tepat, yaitu ada agen laku pandai BjuBisa, Ini akan menjawab harapan dan tuntutan masyarakat untuk hadirnya layanan perbankan sesuai dengan era teknologi dan digitalisasi di tempat yang serba kekurangan yang sulit jaringan internet kita mampu untuk memfasilitasi layanan jasa perbankan,” sebutnya. (LLT/SI/KN)



Tinggalkan Balasan