“Kita sedang membantu Bank NTT agar mengelola dana yang cukup supaya syarat yang diminta OJK bisa terpenuhi agar bisa menjadi Bank Devisa. Ini bagian dari mimpi besar kita karena jika pelabuhan di Kupang menjadi HUB port maka bisa export langsung semua komiditi kita dan Bank NTT bisa membiayai langsung,” ujarnya.
Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, konsep kebijakan pembangunan yang dikemukakan Bupati Nagekeo, sudah melalui suatu proses pertimbangan yang dilandasi berbagai kondisi riil yang terjadi.
Ketika Pandemi dan Seroja, terjadi keterpurukan dan rekonstruksi di berbagai aspek kehidupan baik dari spiritual, kesehatan, pendidikan, teknologi dan aspek lainnya.
“Semua aspek itu tidak bisa dipilah dan dipisahkan, tetapi menjadi satu mata rantai. Dan, dari semua aspek ini, ada satu yang sangat berpengaruh dan menjadi penggerak yaitu aspek ekonomi. Karena ekonomilah yang menjadi penggerak utama untuk terus bertumbuh bahkan sampai berbuah,” sebutnya.
Menurut Dirut Aleks, pandangan Bupati Nagekeo sudah mendalami semua aspek sehingga perlu mereenjinering kembali sistem pembangunan dan tata kelola kebijakan dilakukan dengan mengatur sisitm perekonomian keuangan dengan lebih baik.



Tinggalkan Balasan