Namun, kata dia, semua itu dilakukan tanpa keluar dari reel, atau regulasi yang ada misalnya kompalin, dan metigasi harus tetap terjaga. Apalagi dunia digital saat ini banyak hal bisa dipermudah dan dipercepat, tetapi sisi aman dan valid harus tetap tertata dengan baik. “Dan Bank NTT mampu beradaptasi dengan kondisi-kondisi seperti itu,” katanya.
Tidak hanya itu, tambahan pertimbangan Bupati Nagekeo dengan memberikan dukungan kepada Bank NTT untuk berpartisipasi lebih aktif itu punya multy efek pakyer dan langsung didapat. Dari sisi pemerintah kata dia, ada deviden dan manfaat sosial yang bisa diperoleh Pemerintah Daerah, misalahnya tanggung jawab sosial badan usaha atau CSR juga turut memberi warna untuk kebijakan bisa dilihat yang bisa menghidupkan.
“Dengan memberdayakan Bank NTT, itu keuntungan bagi daerah dan masyarakat langsung teras. Kalau bank lain maka terjadi capital flight, dan keuntungan bagi daerah juga tidak ada,” katanya.
Ia menambahkan, keseriusan Bank NTT menyiapkan aneka layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan Pemda, dilakukan dengan melihat dan mengaji juga melakukan riset kemudian mengevaluasi berbagai prospek bisnis, apalagi berada di era digitalisasi.
Dijelsakna, beberapa bisnis di digital itu sudah sampe pada tahap metaverse yaitu penggunaan teknologi yang melapaui alam semesta.



Tinggalkan Balasan