“Kalau datanya sudah lengkap, maka uangnya tinggal kita transfer saja. Uang yang dititipkan itu sebesar Rp150 Miliar lebih. Semuanya utuh. Pihak BRI maupun BPBD sama sekali tidak mengurangi satu rupiah pun,” pungkasnya.
Ia menambahkan, proses pengambilan bantuan bisa dilakukan di semua unit kerja kantor BRI, termasuk di agen BRI Link, sehingga tidak menimbulkan kerumunan dan antrian panjang di satu unit kerja BRI.
“Jadi tidak harus numpuk di satu unit kerja saja, karena seluruh unit kerja BRI itu bisa melayani. Termasuk agen BRI Link yang ada di jalan-jalan itu,” pungkasnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji dalam laporannya mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah mencairkan dana bantuan seroja senilai Rp4 Miliar kepada 392 KK yang tersebar di 10 kelurahan.
“Jadi 10 kelurahan sudah dilakukan pencairan, yang terdiri dari 392 kk dengan total dana Rp4 Miliar,” jelas Ernest Ludji.
Ia menambahkan, dari total dana Rp150 Miliar lebih yang ada di rekening bank penyalur, pihaknya sudah mentransfer bunganya sebesar Rp426 Juta lebih ke khas negara, dalam hal ini BNPB.
“Bunganya kami sudah transfer, sehingga pengolahan dana seroja ini betu-betul dilakukan secara transparan dan tidak main-main. Kami di BPBD bisa menjamin bahwa tidak mengambil satu rupiah pun dari dana itu,” jelasnya.
Dengan demikian, Ernest mengaku siap ditindak oleh Aparat Penegak Hukum (APH), jika dikemudian hari pihaknya tidak menjalankan tugasnya secara baik dalam penyaluran dana seroja.
“Kami siap diberikan tindakan sesuai hukum yang berlaku, apabila dikemudian hari kami tidak menjalankan amanah ini secara baik,” imbuhnya. (*)







Tinggalkan Balasan