Menurut politisi yang akrab disapa Jeriko ini, dana yang disalurkan oleh BNPB sebesar Rp150 Miliar, yang diperuntukan bagi 12.000 rumah masyarakat Kota Kupang, yang mengalami kerusakan akibat badai siklon tropis Seroja.

“Dana yang datang itu Rp150 Miliar lebih, untuk rumah yang rusak berat, sedang dan ringan. Dan sekarang urusan administrasi sudah hampir 90 persen. Sehingga tinggal saja disalurkan oleh BRI ke rekening masing-masing,” jelasnya.

Ia menegaskan, masyarakat perlu mencatat, bahwa semua dana bantuan seroja yang disalurkan oleh BNPB tidak disimpan atau ditampung di rekening milik Pemkot Kupang. Tetapi dikirimkan langsung dari pemerintah pusat ke Bank BRI.

“Uang itu ditampung semua di BRI. Pemkot Kupang tidak ikut campur untuk mengurus uang itu. Kita hanya mengurus administrasinya saja. Tetapi ada isu seolah-olah uang itu dikelola Pemkot Kupang,” tegas Jeriko.

Ia menerangkan, pihaknya terlambat dalam menyalurkan dana bantuan kepada masyarakat, karena ada sejumlah petunjuk teknis (juknis) yang mengharuskan penerima bantuan untuk membuka nomor rekening yang baru.