Selain itu juga aktif melakukan pendampingan kelompok UMKM agar bisa menjadikan produk UMKM jadi Produk layak jual tuk memenuhi tuntutan pasar. Dengan mulai menghilangkan kemasan plastik. Dengan demikian, produk UmKM bisa masuk pasar global.
Selain ibu Ita, Narasumber lain adalah kadis Koprindag Nagekeo, Djawaria Kristidis Maria Simporosa (Matil).
Menurud Matil, bahwa UMKM harus Tangguh di tengah Pandemi C-19. Agar memberikan dampak yang baik terhadap kehidupan masyarakat.
“Permasalahan dan tantangan UMKM
yaitu Aksebikitas, manajemen, permodalan, teknologi, bahan baku, informasi dan pemasaran. Infrastruktur, birokrasi dan pungutan, kemitraan. Dari persoalan tersebut, yang paling berdampak adalah modal usaha dari investasi maupun modal kerja.” Jelas Matil.
Sementara itu, lanjut Matil, karena Pandemi Covid-19 menyebabkan sektor ekonomi termasuk UMKM mulai resah dan lesu. Kondisi ini mengharuskan pelaku usaha mencari strategi yang tepat untuk keberlangsungan usaha. Serta, tetap mampu memenuhi kebutuhan harian.





Tinggalkan Balasan