“Saya sangat berharap, bahwa pertemuan kita hari ini bisa menemukan sebuah jalan baru yang memberikan harapan bagi setiap peserta, pelaku umkm.” 

Mengakiri sambutannya, bupati Johanes mengajak pelaku UMKM mengikuti rangakaian acara dan timba sebanyak mungkin  pengetahuaan dan ketrampilan dari para narasumber.

Sementara itu, istri bupati Nagekeo, Eduarda Yayik Pawitra Gati (Ita) sebagai Ketua dekranasda Kabupaten Nagekeo memaparkan beberapa poin penting soal dekranasda.

Pertama soal tugas dan manfaat dekranasda kabupaten Nagekeo bagi UMKM. Menurut Ita, bahwa Dekranasda sebagai wadah atau organisasi yang ingin meningkatkan kemandirian ekonomi baik itu individu, keluarga maupun masyarakat.

“Beberapa upaya yang kami lakukan antara lain regenerasi, kemudian meningkatkan daya saing, membangun jejaring. Lalu, meningkatkan akses pemasaran dan membangun ekosistim serta memastikan bahwa produk industri kecil dan menengah ini bisa masuk dalam rantai pasok global.” Beber Ita.

Lebih jauh, ia menjabarkan terobosan Dekranasda yang ia bagi dalam enam poin pokok yaitu: Regerasi, daya saing, jejaring. Lalu,  akses, ekosistem dan rantai pasok global.

Pada poin Regenarasi, dekranasda hadir ‘tuk
melatih anak muda berkarya dan berwirausaha. Mendorong munculnya UMKM kaum muda, dan mengembangkan tenunan warisan budaya.

Kemudian agar memilik daya saing, berupa
meningkatkan daya saing produk kerajinan berbasis kearifan lokal dengan selera global melalui pemgembangan inovasi, desain kreatifitas dan efisiensi. Seperti pada anyaman lontar, inovasi tenun Raghi Mbay juga kerajinan tempurung.

Sementara pada poin jejaring berupa meningkatkan hubungan kemitraan dan kerjasama dengan lembaga Nasional dan International di bidang industri kerajinan. Dekranasda Kab bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi, bekerjasama dengan penyedia modal bank NTT. Lalu dengan pengusaha Du’anyam tuk kerajinan lontar, lalu dengan New Eden Flores sedang berproses tuk kerjasama produk kelor yang standar international. Berhubungan dengan desainer yang mengelaborasi tenunan telepoi menjadi baju-baju yang sangat bagus. Kemudian berjejaring dengan pelaku pariwisata dan UMKM itu sendiri.