Selama menjabat sebagai Gubernur NTT, kata AHP, almarhum Frans Lebu Raya sangat tekun dan ulet, menjalankan semua tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat. Salah satunya melalui program Anggur Merah.
“Pak Frans itu orangnya tidak pernah lelah. Dia berkeliling NTT untuk menjalankan agenda programnya. Karena, bagi almarhum Frans, memimpin NTT sama seperti memikul salib. Dan dia sudah lalui semuanya. Generasi mudah harus mencontohi sosok Lebu Raya,” pungkasnya.
Istri Frans Lebu Raya Lucia Adinda Dua Nurak Lebu Raya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur atas dukungan yang diberikan, saat almarhum Frans Lebu Raya sakit, meninggal, sampai dimakamkan.
“Begitu banyak niat baik yang dilakukan oleh Pemprov NTT dalam hal ini Gubernur Viktor Laiskodat, yang menawarkan lokasi untuk pemakaman almarhum di Taman Makam Pahlawan,” ungkapnya.
Menurut Adinda, dukungan yang diberi Pemprov NTT dan masyarakat membuktikan bahwa almarhum Frans Lebu Raya masih sangat dicintai oleh rakyatnya.





Tinggalkan Balasan