Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengaku kecewa karena almarhum Frans Lebu Raya tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Dharmaloka.
“Pak Frans memilki kesempatan yang tidak dimiliki orang lain. Tetapi keluarga lebih memilih untuk jazadnya dimakamkan di tanah kelahirannya. Dan sebagai sahabat, tentu saya sangat kecewa dengan keputusan itu. Kita telah kehilangan dia, tetapi jasa baiknya tetap dikenang,” pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan Fraksi PDIP DPR RI Andre Hugo Parera mengatakan, almarhum Frans Lebu Raya merupakan generasi pertama yang membangun Partai PDIP di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Sejak tahun 1990, Pak Frans sudah jabat sebagai Sekretaris PDIP NTT, kemudian menjadi ketua partai, ketua DPRD, Wakil Gubernur NTT, dan Gubernur NTT dua periode. Sehingga dia adalah salah satu tokoh senior partai,” jelas Hugo Parera.
“Itu menunjukan Pak Frans betul-betul meniti karirnya dari bawah. Dan kita harus akui bahwa dia adalah seorang pejuang. Karena pada tahun 1990, tidak semua orang bisa mengambil resiko sama seperti Pak Frans,” jelasnya menambahkan.
Selama menjabat sebagai Gubernur NTT, kata AHP, almarhum Frans Lebu Raya sangat tekun dan ulet, menjalankan semua tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat. Salah satunya melalui program Anggur Merah.
“Pak Frans itu orangnya tidak pernah lelah. Dia berkeliling NTT untuk menjalankan agenda programnya. Karena, bagi almarhum Frans, memimpin NTT sama seperti memikul salib. Dan dia sudah lalui semuanya. Generasi mudah harus mencontohi sosok Lebu Raya,” pungkasnya.
Istri Frans Lebu Raya Lucia Adinda Dua Nurak Lebu Raya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur atas dukungan yang diberikan, saat almarhum Frans Lebu Raya sakit, meninggal, sampai dimakamkan.
“Begitu banyak niat baik yang dilakukan oleh Pemprov NTT dalam hal ini Gubernur Viktor Laiskodat, yang menawarkan lokasi untuk pemakaman almarhum di Taman Makam Pahlawan,” ungkapnya.
Menurut Adinda, dukungan yang diberi Pemprov NTT dan masyarakat membuktikan bahwa almarhum Frans Lebu Raya masih sangat dicintai oleh rakyatnya.









Tinggalkan Balasan