KUPANG, KN — Aula Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dipenuhi suasana khidmat sekaligus hangat pada Jumat (28/8/2026) sore pukul 17.00 WITA. 

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT yang baru, Drs. Fransiskus Sales Sodo, dihadiri oleh deretan pejabat tinggi pratama, para mantan Sekda, pimpinan BUMD, tokoh agama, hingga perwakilan instansi vertikal.

Dalam prosesi tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan sambutan komprehensif yang menyoroti berbagai tantangan strategis daerah, mulai dari konsolidasi internal birokrasi, penanganan pascabencana di Flores, hingga pembangunan infrastruktur konektivitas kawasan.

Gubernur Melki membuka pidatonya dengan menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya di Flores. 

Ia membeberkan data penanganan bencana terkini untuk memberikan gambaran nyata mengenai situasi di lapangan.

Gempa ini menimbulkan duka yang mendalam bagi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan pembaruan data BPBD, tercatat 105 meninggal, 1.673 mengalami luka-luka, dan masih ada kira-kira 17.000 berada di pengungsian, baik yang terpusat maupun yang mandiri. Puluhan ribu rumah mengalami kerusakan. Dan hingga hari ini, 28 Agustus 2026, tercatat kira-kira 8.982 gempa susulan antara 1,0 sampai dengan 6,2 magnitudo,” kata Melki Laka Lena.

Melihat skala dampak musibah tersebut, Gubernur menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah yang responsif dan solid. 

Kepemimpinan birokrasi yang baru dilantik diharapkan mampu menggerakkan seluruh lini pemerintahan tanpa terhambat oleh batas-batas sektoral.

“Dalam keadaan normal pemerintah harus bertumbuh. Dalam keadaan darurat pemerintah harus bergerak cepat. Dalam kondisi krisis, fondasi pemerintahan harus semakin kuat. Karena itu pelantikan hari ini memastikan mesin pemerintah Provinsi NTT memiliki penggerak yang siap bekerja penuh,” tegasnya.

Untuk mendukung percepatan pemulihan, Pemerintah Pusat telah mengalokasikan dana penanganan bencana sebesar Rp200 miliar.