Beberapa waktu lalu jagat media sosial ramai mengkritisi perihal item pekerjaan jalan Bonleu yang tak muncul dalam dokumen APBD Tahun 2022. (SuaraTTS. Com 01/03/2022) 

Selain itu, pada bulan yang sama kasus pemukulan sopir ambulance oleh wakil bupati TTS. (Kompas.com 03/06/2022) 

Kesan singkat saat mendengar dan membaca berbagai komentar tentang berbagai kasus  tersebut adalah aura pesimisme yang ada di masyarakat mengenai kondisi politik TTS belakangan ini. 

Dari hari ke hari, masyarakat kita membaca berita, dan diam-diam berdiskusi tentang berbagai kasus yang sedang terjadi. Satu kesimpulan mereka bahwa politik TTS sangatlah kacau. Pejabat publik setiap hari berubah pendapat. Hari ini A keesokannya B.

Bupati dilaporkan ke polisi oleh sejumlah anggota DPRD. Wakil bupati pun dilaporkan ke polisi akibat kasus pemukulan. Belum lagi sejumlah permasalahan di TTS yang belum selesai. Pesimisme politik akhirnya tercium harum di udara kabupaten kita.

Pertanyaannya, apakah kita berhak untuk pesimis menanggapi kehidupan politik di daerah kita? Apakah tidak ada sudut pandang yang lain?