Ia pun merasa kampungnya itu dianaktirikan pemerintah lantaran beberapa anak kampung yang notabene satu Desa dengan kampung Mondo itu sudah menikmati aliran listrik.

“Kami merasa sebagai anak tiri di Desa. Program Indonesia terang yang sudah dicanangkan untuk seluruh pelosok negeri itu adalah palsu karena sampai saat ini kami masih terbelenggu oleh kegelapan,” katanya.

Senada, Ferty, salah seorang pemuda di Kampung itu juga mengungkapkan kekecewaannya atas program pemerintah yang tidak terealisasi.

“Sangat kecewa dengan program yang ada karena beberapa wilayah disekitar Kampung kami ini semuanya sudah merasakan pelayanan jaringan listrik sedangkan kami masih dalam kondisi yang gelap gulita, saat ini kami hanya berharap semoga Pemerintah bisa mengalirkan listrik untuk kami,” ujarnya.

Dirinya berharap, kondisi itu segera ditanggapi pemerintah sehingga program Indonesia terang yang dicanangkan benar–benar dirasakan warga yang tinggal di Kampung itu. (*)