Dari 37 sampel yang dikirim Lapkesda Propinsi NTT maka diketahui bahwa seluruhnya merupakan varian baru virus corona yaitu Virus Omicron. Virus Omicron ini diketahui penularannya sangat cepat.

“Virus Omicron ini penyebarannya lebih cepat meskipun tidak fatal karena sebagian besar masyarakat kita sudah divaksin. Tetapi tidak berarti kita tidak hati-hati melainkan tetap waspada. Jadi yang dialami oleh masyarakat Manggarai adalah virus omicron, yang penularannya berkali-kali lebih cepat. Kerena itu kita harus tetap waspada,” ungkap Bupati Hery Nabit.

Ditambahkannya, berkaitan dengan sepanjang kurun waktu tiga bulan pada tahun 2022 dari Bulan Januari sampai Maret, tercatat ada 2.795 kasus. Kalau kita bandingkan dalam kurun waktu tahun 2021 yang mencapai 6.154 kasus, maka itu artinya periode Bulan Januari sampai 17 Maret 2022 ini sebesar 30 persen. Karena itu kita bisa membayangkan kalau vaksinasi berjalan lambat dan prokes juga tidak jalan, ini berarti keadaan di tahun 2022 akan lebih buruk di tahun 2021.