Selanjutnya dari 2.795 kasus kalau kita bagi dalam kategori usia maka sepanjang 2022 yang paling banyak menderita atau terjangkit virus ini justru pada usia dewasa yaitu usia 18-45 tahun dengan prosentase 53 persen penduduk Manggarai. Sedangkan usia 45 ke atas hanya 18 persen. Usia 11-17 sebesar 17 persen sementara usia 0-10 sebesar 12 persen. Berdasarkan kategori usia ini, Bupati Hery Nabit menegaskan agar perlu meningkatkan kewaspadaan pada usia 18-45 tahun.

Sementara itu, kalau dipilah berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 55 persen penderita adalah perempuan dan 45 persen diderita oleh laki-laki. Karena itu, Bupati Hery Nabit kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan kepada kaum perempuan dan anak-anak perempuan dari penyebaran virus ini. Apalagi dalam pekan-pekan terakhir ini pasien yang dirawat di BLUD Rumah Sakit dr. Ben Mboi Ruteng ini adalah ibu-ibu hamil.

Dari 2.795 pasien yang menderita covid 19 itu, sebagian besar penderita sembuh, sebagian lagi saat ini sedang menjalani isolasi. Yang meninggal sebanyak 10 orang. Dengan rincian 8 pasien merupakan warga Manggarai, sedangkan 2 pasien yang meninggal berasal dari luar Manggarai.

Pasien yang sedang melaksanakan isolasi terpusat di Wisma atlit Golodukal ada 60 orang sedangkan yang isolasi mandiri 1.457 orang. Selebihnya 13 orang dirawat di Rumah Sakit.

Mengingat tingginya masyarakat Manggarai yang telah terkonfirmasi positif Covid 19 varian baru Omicron maka Pemkab Manggarai melakukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi soal ini:

Pertama, vaksinasi tetap jalankan.

Kedua, tracing atau pelacakan kontak erat akan tetap dilakukan. Pemkab masih memiliki 9.000 Swab antigen masih tersedia dan akan digunakan untuk pelacakan kontak erat pada beberapa pekan mendatang.

Ketiga, Protokol kesehatan tetap jalan. Karena itu kegiatan-kegiatan perkantoran, pendidikan akan dibatasi sampai 28 Maret 2022.(Pkp Manggarai)