Istri Bupati Korinus Masneno ini yakin bahwa PKK dapat melaksanakan program kerja tahun 2022 yang lebih baik, sehingga 10 program pokok PKK dapat terlaksana dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia berharap ke depan, TP PKK Kabupaten dapat berkolaborasi dengan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) teknis di Kabupaten Kupang, agar semua program yang dijalankan dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan visi dan misi yang telah dicanangkan.
Sementara Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Kupang Lely Manafe Menny dalam laporannya menyampaikan, PKK selama ini telah aktif berperan sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan berbagai program pembangunan keluarga dan masyarakat.
Lely berharap di era digital ini, TP PKK Kabupaten Kupang dapat mendorong terlaksananya kemandirian masyarakat. Untuk itu dalam meningkatkan peran, kinerja dan kemandirian, PKK harus mampu membuat program yang dapat bersinergi dengan pemerintah dalam mencegah Stunting.

24 Kecamatan Terlibat
Selain Srikandi KOMITMEN, dukungan terhadap pemberantasan dan penurunan angka Stunting juga diberikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Ir. Obeth Laha.
Sekda Obet Laha mengatakan, saat ini anggaran sebesar Rp5 Juta telah disalurkan ke 24 Kecamatan di Kabupaten Kupang untuk program pemberdayaan. Anggaran itu akan dikelola dan diawasi secara ketat oleh TP PKK Kabupaten Kupang.
Ia mengaku yakin, dengan kerja kolaboratif dari semua pihak termasuk pemerintah, swasta dan TP PKK Kabupaten Kupang, angka Stunting pasti bisa ditekan dan turun hingga 0 kasus.
“Kita tahu bahwa kader PKK juga kader Posyandu yang melayani kesehatan ibu dan anak, pemberian makanan tambahan, juga sosialisasi pola asuh anak yang baik dan pemberian makanan bergizi. Maka Pemda mengajak TP PKK Kabupaten Kupang, Kecamatan dan Desa untuk bekerja sama guna menekan stunting di Kabupaten Kupang,” tandas Obet Laha. (*)







Tinggalkan Balasan