Menurut Jerry Manafe, angka Stunting saat ini semakin menurun walaupun belum mencapai target yang diharapkan. Karena itu, adanya kerja sama ini, dirinya berharap agar apa yang ditargetkan oleh pemerintah Provinsi hingga Pusat tercapai.

Politisi Partai Golkar ini ingin agar ke depan ada progres atau kemajuan dari kerja-kerja cerdas pemerintah Kabupaten Kupang dalam menangani persoalan Stunting.

“Stunting bukan hanya bermasalah pada kesehatan melainkan pada pola hidup,” kata Wakil Bupati Jerry Manafe.

Ia meminta agar jajaran pembantunya di lingkup pemerintah Kabupaten Kupang tidak menggunakan ego sektor, dan hanya melimpahkan tugas menurunkan angka Stunting hanya pada Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) saja.

Melainkan harus ada penanganan serius dari dinas-dinas terkait, termasuk kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Karena menurut Jerry Manafe, saat ini ada alokasi dana desa yang diwajibkan untuk 3 nakes baik itu perawat, bidan dan tenaga gizi. Alokasi anggaran ini dinilai sangat efektif untuk membantu menurunkan angka Stunting di Kabupaten Kupang.

Srikandi KOMITMEN; Ny. Damaris Masneno Mooy (kanan) dan Lely Manafe Menny (kanan)

Dukungan Srikandi KOMITMEN

Kerja cerdas Bupati dan Wakil Bupati Kupang didukung penuh oleh para Srikandi KOMITMEN. Istri Bupati dan Wakil Bupati Kupang pun turun tangan untuk bekerja sama menekan angka Stunting lewat program Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).

Komitmen pemberantasan Stunting di Kabupaten Kupang ini tertuang dalam rapat konsultasi bersama, antara TP PKK Kabupaten Kupang bersama TP PKK 24 Kecamatan, dan pemerintah di Aula Rumah Jabatan Bupati Kupang, bulan Oktober 2021 silam.

Ketua TP PKK Kabupaten Kupang Ny. Damaris Masneno Mooy menjelaskan, pihaknya telah merumuskan perencanaan program PKK yang lebih partisipatif, inovatif, dan memberi kontribusi terhadap masyarakat. “Salah satu program yang bakal dilaksanakan dengan baik di tahun 2022 adalah pencegahan Stunting,” kata Damaris Masneno dalam Rakor tersebut.