“Pekerjaan kalian itu sulit. Karena dunia bola di NTT sangat jarang bermain dalam keadaan damai. Karena mentalitas kita itu bukan petarung. Kita mau bertatung, tetapi tidak memiliki jiwa petarung,” tegas gubernur Laiskodat.

Menurutnya, Asprov PSSI NTT harus segera laksanakan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa dunia olahraga sekarang bukan hanya sekedar sport. Tetapi sudah mencakup bisnis dan hiburan.

“Sehingga tidak boleh ada pukul-pukulan di lapangan. Harus sosialisasi juga agar orang mau bermain bola sepanjang waktu. Kalau masalah ini bisa diatasi, maka sepak bola di NTT akan berhasil,” jelasnya.

Selain itu, diharapkan agar seluruh kompetisi-kompetisi wajib itu harus dilaksanakan untuk memajukan sepak bola di Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Tidak boleh ditiadakan. Satu bulan harus satu kali pertandingan,” tandasnya.

Ketua Umum PSSI NTT Chris Mboeik menjelaskan, demi memajukan sepak bola, pihaknya akan memperjuangkan agar Provinsi Nusa Tenggara Timur segera memiliki stadion besar setara internasional.