“Pekerjaan kalian itu sulit. Karena dunia bola di NTT sangat jarang bermain dalam keadaan damai. Karena mentalitas kita itu bukan petarung. Kita mau bertatung, tetapi tidak memiliki jiwa petarung,” tegas gubernur Laiskodat.

Menurutnya, Asprov PSSI NTT harus segera laksanakan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa dunia olahraga sekarang bukan hanya sekedar sport. Tetapi sudah mencakup bisnis dan hiburan.

“Sehingga tidak boleh ada pukul-pukulan di lapangan. Harus sosialisasi juga agar orang mau bermain bola sepanjang waktu. Kalau masalah ini bisa diatasi, maka sepak bola di NTT akan berhasil,” jelasnya.

Selain itu, diharapkan agar seluruh kompetisi-kompetisi wajib itu harus dilaksanakan untuk memajukan sepak bola di Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Tidak boleh ditiadakan. Satu bulan harus satu kali pertandingan,” tandasnya.

Ketua Umum PSSI NTT Chris Mboeik menjelaskan, demi memajukan sepak bola, pihaknya akan memperjuangkan agar Provinsi Nusa Tenggara Timur segera memiliki stadion besar setara internasional.

“Saya akan perjuangkan apa yang disampaikan Ketum Iriawan, bahwa NTT akan memiliki tiga stadion besar setara internasional,” jelas Chris Mboeik.

Di masa kepemimpinannya, ia berkomitmen untuk melakunan kompetisi di tingkat NTT, sesuai hasil kongres yang sudah ditetapkan. Bahwa sepak bola U-15 akan diselenggarakan di Atambua, U-17 di Sikka, dan Piala Eltari di Kabupaten Lembata.

Wakil Ketua DPRD II NTT ini menambahkan, kehadiraan Ketuam PSSI Pusat di Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki nilai plus dan sebuah modal kuat bagi PSSI NTT, untuk bisa melakukan lobi-lobi ke stakeholder pusat, agar lebih memperhatikan sepak bola NTT.

“Kedatangan Ketum PSSI merupakan modal bagi PSSI NTT untuk melakukan lobi ke pusat, agar kita lebih diperhatikan. Temasuk para pemain kita. Karena menempatkan pemain NTT di Timnas itu perlu banyak upaya,” jelasnya.

“Tidak hanya sekedar siapkan skill pemain. Tetapi wajib lakukan lobo-lobi dengam stakeholder di pusat agar bisa diperhatikan. Jadi kita punya nilai unggul hari ini, karena ketum datang sendiri kesini,” tandasnya. (*)