Data per Juli 2021, total ada lebih dari 40 Lopo Di@ Bisa Bank NTT telah dibangun dan tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi NTT.

“Kehadiran Lopo Di@ Bisa Bank NTT diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa dan wadah pemberdayaan pelaku UMKM,” kata Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho.

Dukungan terhadap pelaku UMKM juga diberikan oleh Bank NTT melalui Kredit Mikro Merdeka. Kredit Mikro Merdeka adalah produk yang diluncurkan oleh Bank NTT untuk memberdayakan pengusaha yang selama ini bergerak dalam bidang UMKM. Skim kredit ini merupakan upaya Bank NTT untuk mempercepat pembangunan dan pertumbuhan serta pemulihan ekonomi, pasca dilanda COVID-19.

Lewat Kredit Mikro Merdeka, nasabah bebas merdeka dari bunga pinjaman, bebas merdeka dari renteinir dan bebas merdeka dari agunan. Hingga bulan Desember 2021, Bank NTT telah menyalurkan dana sekitar Rp10,8 Miliar untuk membiayai 2.099 pelaku UMKM.

“Ini merupakan pola pembiayaan dari Bank NTT. Kita punya peluang bahwa, masyarakat kita dan usaha mereka yang di desa mau berkembang. Karena itu, kita biayai menggunakan Kredit Mikro Merdeka Bank NTT,” kata Direktur Kredit Bank NTT Paulus Stefen Messakh kepada wartawan.

Bank NTT juga menyiapkan market place, untuk menyambut era digitalisasi di tengah pandemi COVID-19. Aplikasi market place bernama GO NTT atau Gerbang Online NTT telah dilaunching di Labuan Bajo pada bulan Juni 2021 silam.

Aplikasi GO NTT diharapkan menjadi wadah penjualan produk lokal pelaku UMKM binaan Bank NTT secara online, agar lebih mudah diakses oleh pembeli dari berbagai pelosok dunia. (*)