Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengunjungi lapak pelaku UMKM (Foto: Ama Beding)

Di tengah keramaian pengunjung, Nita Uskono (35) tampak sibuk merapikan kain tenun yang dipajang. Tampak beberapa baju, tas, dan topi yang dipadukan dengan kain tenun motif daerah.

“Anggota Kelompok Tenun Flobamorata berjumlah 10 orang. Sebagian anggota kelompok bukan warga asli Dualaos,” kata Nita kepada Koranntt.com.

Menurut Nita, Kelompok Tenun Flobamorata berdiri pada tahun 2010. Sebagian anggota kelompok berasal dari Flores, Soe, dan Kefa, bahkan ada yang asalnya dari Timor Leste.

Awalnya mereka secara swadaya mengumpulkan dana untuk membeli benang sendiri dan kemudian menenun dan menjual lewat Kelompok Tenun Flobamorata.

Usaha wanita-wanita yang berada di batas Negara Republik Indonesia dan Timor Leste ini ternyata membuahkan hasil yang memuaskan. Selain menenun, kelompok UMKM mitra binaan Bank NTT ini juga menerima pesanan dari luar seperti menjahit baju seragam instansi atau lembaga.