Tetapi harus diingat juga bahwa, lanjut Pater Philipus, mahasiswa juga harus sadar untuk sekaligus belajar berbagai hal baru dari masyarakat. Karena akan ada banyak pengetahuan baru saat berada di tengah masyarakat.

“Jadi ada proses timbal balik, yaitu kita memberi perubahan pada desa di mana kita belajar, tapi juga membawa perubahan pada diri kita sendiri lewat pengetahuan baru dari desa,” kata Pater Philipus.

Dari proses belajar tersebut, mahasiswa Unwira akan memperkuat apa yang disebut sebagai soft skill, yaitu ketrampilan-ketrampilan tak kasat masa yang menjadi karakter dasar mahasiswa Unwira. Karakter itulah yang harus dipromosikan sebagai kekhasan Unwira.

Sebagaimana moto Unwira yaitu “Ut Vitam Habeant Abundantius”  yang berarti : supaya mereka memiliki hidup dalam kelimpahan. “Di mana, Unwira telah memberi kalian ilmu pengetahuan secara berlimpah, maka sekarang saatnya kalian membawa soft skill, karakter dan pengetahuan teoritis dan teknis lainnya untuk membantu masyarakat di desa agar mereka berlimpah dalam hidup sosial dan ekonomi mereka,” tutup Pater Philipus.+++