“Juga telah dilakukan pilot project budidaya ikan kerapu di Pulau Semau dengan 9 (Sembilan) Unit Keramba Jaring Apung Bulat. Sampai dengan saat ini telah dilakukan 2 (dua) kali panen dengan total 2 (dua) ton ikan kerapu hidup yang telah di ekspor ke Hongkong dan juga kini telah dikembangkan budidaya lobster di Mulut Seribu Rote-Ndao. Sementara itu rumput laut juga terus dikembangkan sebagai salah satu komoditi andalan dari sektor kelautan yang menjanjikan dan pada tahun 2021, Pemerintah telah memberikan bantuan hibah peralatan dan bibit rumput laut kepada 1.338 pembudidaya,” paparnya.
“Potensi garam di NTT didukung dengan kualitas kadar NaCl mencapai 96 % sebagai garam industri. Kabupaten Kupang memiliki lahan garam 900 hektar yang telah beroperasi sejak Agustus 2019 dengan kapasitas 150 ton/hektar. Saya berharap agar kabupaten lainnya yang memiliki potensi lahan garam untuk segera mengoptimalkan sehingga produksi garam NTT dapat memberikan kontribusi menyokong pemenuhan kebutuhan garam nasional,” harap Wagub.



Tinggalkan Balasan