Ia menambahkan, untuk peternakan ayam, Dinas Peternakan Provinsi NTT telah memfasilitasi dalam bentuk pembinaan dan pendampingan perusahaan ayam yang memiliki potensi untuk disertifikasi sebagai Kompartemen bebas AI (Avian Influenza). Pada 17 Desember 2021, untuk pertama kalinya terdapat dua perusahaan lokal peternak ayam di NTT yang mendapatkan sertifikasi Kompartemen bebas AI oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia sehingga bisa melakukan ekspor produk unggas ke Republik Demokratik  Timor Leste (RDTL).

Lebih lanjut Wagub mengungkapkan untuk sektor pertanian dan ketahanan pangan dengan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) pada musim tanam Oktober-Maret 2019/2020 dilaksanakan di 7 Kabupaten yaitu Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sumba Timur dan Sumba Barat Daya dengan target 2.400 Ha dan realisasi seluas 2.310,53 Ha  dengan produksi 9.538,90 ton. Sedangkan pada musim tanam April-September 2020 dilaksanakan di 16 Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat dengan luasan lahan 5.210 Ha dan realisasi tanam seluas 1.732 Ha dengan realisasi panen seluas 1.109,16 Ha dengan produksi mencapai 2.258,18 ton. “Untuk tahun 2021, pada musim tanam Oktober-Maret 2021 sudah dilaksanakan di 16 Kabupaten yaitu  Kabupaten Kupang, TTU, TTS, Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Rote Ndao, Flores Timur, Ende, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat dengan luasan lahan terverifikasi seluas 8.183 Ha realisasi tanamnya seluas 8.098,5 Ha dengan jumlah realisasi panen seluas 4.947 Ha dan produksi mencapai 15.117 ton,” katanya.