Para siswa diharapkan untuk tetap mematuhi aturan sekolah, dan tidak mudah terprovokasi dengan berita hoaks dari manusia yang tidak bertanggungjawab. Dan siswa yang menyebarkan video itu merupakan siswa SMK Sadar Wisata Ruteng.
“Siswa kami yang sebarkan postingan, dan dia akan ditindak. Saya juga harap siswa saya tetap menjadi anak yang setia dan taat pada arahan gurunya. Jangan terprovokasi dari berita dan postingan di media sosial,” tandasnya.
Atas peristiwa itu, Wilhelmus mewakili para guru menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakannya dalam video yang tengah di media sosial, dan membuat masyarakat resah.
“Secara terbuka saya sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, apabila salah menerjemahkan video saya. Saya tos itu bentuk apresiasi bahwa siswa mau mendengarkan guru, polisi dan TNI untuk kembali ke sekolah. Kalau pun itu salah, saya minta maaf,” tandasnya. (*)



Tinggalkan Balasan