Wilhelmus menerangkan, sebagai kepala sekolah, pihaknya belum bisa memastikan sekolah mana yang terlibat tawuran dengan SMK Sadar Wisata Ruteng, karena belum mendapat informasi, serta tidak memiliki data yang akurat.

“Entah mereka itu siswa dari mana juga saya tidak berani sebut, karena saya tidak punya data. Sebab, saat kejadian, kami tidak konsentrasi kesitu. Kami hanya konsen terhadap penyiapan SDM siswa, sehinga saat menamatkan studinya, mereka dapat memiliki kompetensi sesuai standar industri,” terang Wilhelmus.

Hingga saat ini, pihak SMK Sadar Wisata Ruteng belum mendapat informasi, atau memastikan jumlah korban yang terlibat dalam tawuran, karena sekolah tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keterangan kepada publik.

Dalam video yang tengah viral, kata dia, tampak sejumlah siswa yang babak belur karena luka. Namun pihak sekolah belum dapat memberikan informasi resmi terkait jumlah korban dari SMK Sadar Wisata Ruteng yang terlibat dalam aksi brutal itu.

“Kalaupun nanti ada datanya, izinkan saya mengatakan bahwa, saya tidak bisa mengeluarkan sendiri data itu. Harus bekoordinasi terlebihdahulu dengan pihak kepolisian, sehingga nanti data itu valid kebenarannya,” jelas Wilhelmus.