“Kalaupun nanti ada datanya, izinkan saya mengatakan bahwa, saya tidak bisa mengeluarkan sendiri data itu. Harus bekoordinasi terlebihdahulu dengan pihak kepolisian, sehingga nanti data itu valid kebenarannya,” jelas Wilhelmus.
Mesksi demikian, pihak sekolah merasa bangga terhadap siswa mereka, karena pasca kejadian, mereka dapat dikendalikan oleh para guru maupun pihak kemanan. Sebab, untuk mengendalikan ribuan siswa bukan merupakan perkara mudah. Apalagi ditambah gerombolan siswa dari sekolah lain.
“Saya bangga dengan anak-anak saya, karena mereka bisa di kendalikan, dan mengikuti perintah gurunya maupun polisi dan TNI, untuk berhenti tawuran, dan kembali ke sekolah,” jelasnya.
Dia menjelaskan, dalam video yang beredar ditengah masyarakat tampak dirinya sedang melakukan tos dengan siswanya yang terlibat tawuran. Namun aksi yang dilakukan kepsek bukan sebuah dukungan, atau menyetujui peristiwa brutal yang dilakukan.
Ia menyebut, aksi itu merupakan apresiasi kepada siswanya, karena SMK Sadar Wisata Ruteng sangat anti terhadap kekerasan, dan mereka mau mendengarkan arahan polisi, TNI dan guru, untuk diarahkan kembali ke sekolah.
“Video kedua itu memang betul saya tos. Tetapi bukan mendukung atau menyetujui perkelahian itu. Saya tos karena merasa bangga bahwa mereka mau mendengarkan guru dan pihak keamanan, untuk diarahkan kembali ke sekolah. Jadi video tos itu memang hanya diambil sepotong,” terangnya.
Ia menyebut, masyarakat dapat menilai kejadian itu dengan presepsi mereka masing-masing. Namun dengan kehadiran pekerja media, Wilhelmus yakin bahwa masalah itu dapat diluruskan.
Sebagai pimpinan SMK Sadar Wistata Ruteng, dirinya tidak akan menyetujui anak didiknya melakukan tawuran dengan sekolah lain. Karena pihaknya baru saja menyampaikan kampanye anti perundangan atau kekerasan kepada para siswa.
“Masa saya harus menyetujui anak saya untuk tawuran. Kan nanti berbanding terbalik dengan apa yang kami kampanyekan tadi. Kami juga sudah nyaman, karena masalah ini sudah diserahkan ke polisi. Kami tidak mau ambil tindakan sendiri, sebab tidak ingin melangkahi aparat hukum,” ungkapnya.







Tinggalkan Balasan