Pelajar di Manggarai Terlibat Tawuran, Ini Tanggapan Kepsek SMK Sadar Wisata Ruteng

  • Bagikan

Ruteng, KN – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sadar Wisata Ruteng Wilhelmus Bastian angkat bicara, terkait video tawuran yang diduga melibatkan siswanya dan siswa SMK Bina Kusuma Bakti Ruteng, yang tengah viral di media sosial, Kamis 2 Desember 2021.

Menurutnya, tawuran itu terjadi saat pihak sekolah SMK Sadar Wisata Ruteng tengah mengadakan kegiatan kampanye terkait anti perundungan atau anti kekerasan.

“Memang saya akui bahwa tawuran itu terjadi macam kerusuhan, dan pihak sekolah sedang mengadakan kegiatan. Jadi sangat di sayangkan bahwa justru terjadi masalah itu,” ujar Wilhelmus, kepada wartawan, Kamis 2 Desember 2021.

Ia menyebut sebelum kejadian, pihaknya sudah mendapatkan informasi melalui media sosial bahwa, akan terjadi penyerangan dari sekolah lain kepada SMK Sadar Wisata Ruteng. Sehingga ia langsung memerintahkan wakasek kesiswaan untuk melakukan koordinasi dengan pihak kemanan.

“Setelah mendapat informasi, saya coba ambil langkah untuk menangani masalah ini secara prefentif dengan menyampaikan kepada pihak kemanan. Karena kami tidak ingin terjadi tawuran,” jelasnya.

Wilhelmus menerangkan, sebagai kepala sekolah, pihaknya belum bisa memastikan sekolah mana yang terlibat tawuran dengan SMK Sadar Wisata Ruteng, karena belum mendapat informasi, serta tidak memiliki data yang akurat.

“Entah mereka itu siswa dari mana juga saya tidak berani sebut, karena saya tidak punya data. Sebab, saat kejadian, kami tidak konsentrasi kesitu. Kami hanya konsen terhadap penyiapan SDM siswa, sehinga saat menamatkan studinya, mereka dapat memiliki kompetensi sesuai standar industri,” terang Wilhelmus.

Hingga saat ini, pihak SMK Sadar Wisata Ruteng belum mendapat informasi, atau memastikan jumlah korban yang terlibat dalam tawuran, karena sekolah tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keterangan kepada publik.

Dalam video yang tengah viral, kata dia, tampak sejumlah siswa yang babak belur karena luka. Namun pihak sekolah belum dapat memberikan informasi resmi terkait jumlah korban dari SMK Sadar Wisata Ruteng yang terlibat dalam aksi brutal itu.

“Kalaupun nanti ada datanya, izinkan saya mengatakan bahwa, saya tidak bisa mengeluarkan sendiri data itu. Harus bekoordinasi terlebihdahulu dengan pihak kepolisian, sehingga nanti data itu valid kebenarannya,” jelas Wilhelmus.

Mesksi demikian, pihak sekolah merasa bangga terhadap siswa mereka, karena pasca kejadian, mereka dapat dikendalikan oleh para guru maupun pihak kemanan. Sebab, untuk mengendalikan ribuan siswa bukan merupakan perkara mudah. Apalagi ditambah gerombolan siswa dari sekolah lain.

“Saya bangga dengan anak-anak saya, karena mereka bisa di kendalikan, dan mengikuti perintah gurunya maupun polisi dan TNI, untuk berhenti tawuran, dan kembali ke sekolah,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dalam video yang beredar ditengah masyarakat tampak dirinya sedang melakukan tos dengan siswanya yang terlibat tawuran. Namun aksi yang dilakukan kepsek bukan sebuah dukungan, atau menyetujui peristiwa brutal yang dilakukan.

BACA JUGA:  PMI Manggarai Gelar Muskab III, Pilih Ketua Baru Periode 2021-2026

Ia menyebut, aksi itu merupakan apresiasi kepada siswanya, karena SMK Sadar Wisata Ruteng sangat anti terhadap kekerasan, dan mereka mau mendengarkan arahan polisi, TNI dan guru, untuk diarahkan kembali ke sekolah.

“Video kedua itu memang betul saya tos. Tetapi bukan mendukung atau menyetujui perkelahian itu. Saya tos karena merasa bangga bahwa mereka mau mendengarkan guru dan pihak keamanan, untuk diarahkan kembali ke sekolah. Jadi video tos itu memang hanya diambil sepotong,” terangnya.

Ia menyebut, masyarakat dapat menilai kejadian itu dengan presepsi mereka masing-masing. Namun dengan kehadiran pekerja media, Wilhelmus yakin bahwa masalah itu dapat diluruskan.

Sebagai pimpinan SMK Sadar Wistata Ruteng, dirinya tidak akan menyetujui anak didiknya melakukan tawuran dengan sekolah lain. Karena pihaknya baru saja menyampaikan kampanye anti perundangan atau kekerasan kepada para siswa.

“Masa saya harus menyetujui anak saya untuk tawuran. Kan nanti berbanding terbalik dengan apa yang kami kampanyekan tadi. Kami juga sudah nyaman, karena masalah ini sudah diserahkan ke polisi. Kami tidak mau ambil tindakan sendiri, sebab tidak ingin melangkahi aparat hukum,” ungkapnya.

Dia menyebut, para guru dan pegawai sekolah berupaya untuk mengarahkan siswa-siswinya bahwa tawuran bukan hal yang baik, dan memiliki dampak yang sangat buruk terhadap masa depan mereka. Sehingga tidak terjadi hal serupa di kemudian hari.

Selain itu, pihaknya akan mencari tahu awal mula terjadi tawuran, karena sekolah belum mengetahui data lengkap. Sehingga akan dilakukan koordinasi lintas sekolah untuk mencari kepastian informasi, serta solusi dari kasus yang sekarang menjadi sorotan publik.

Para siswa diharapkan untuk tetap mematuhi aturan sekolah, dan tidak mudah terprovokasi dengan berita hoaks dari manusia yang tidak bertanggungjawab. Dan siswa yang menyebarkan video itu merupakan siswa SMK Sadar Wisata Ruteng.

“Siswa kami yang sebarkan postingan, dan dia akan ditindak. Saya juga harap siswa saya tetap menjadi anak yang setia dan taat pada arahan gurunya. Jangan terprovokasi dari berita dan postingan di media sosial,” tandasnya.

Atas peristiwa itu, Wilhelmus mewakili para guru menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakannya dalam video yang tengah di media sosial, dan membuat masyarakat resah.

“Secara terbuka saya sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, apabila salah menerjemahkan video saya. Saya tos itu bentuk apresiasi bahwa siswa mau mendengarkan guru, polisi dan TNI untuk kembali ke sekolah. Kalau pun itu salah, saya minta maaf,” tandasnya. (*)

  • Bagikan
error: Content is protected !!