Menurutnya, pemilihan NTT sebagai tuan rumah telah melalui pertimbangan-pertimbangan teknis, tetapi bagi NTT ini merupakan hal yang patut diapresiasi.

“Dengan membuat acara maka banyak orang pasti datang ke sini. Ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap perekonomian di NTT,” kata Sekda Polo Maing.

Dengan kegiatan tersebut, banyak orang dari seluruh Indonesia datang ke NTT, dan mereka juga bisa menjadi orang-orang yang memberi informasi keluar tentang NTT.

Sekda menyebut, urusan konservasi kadang tidak terlalu populis di masyarakat. Jadi upaya untuk mempopulerkan bahwa pentingnya konservasi kepada masyarakat memang menjadi kerja keras bersama.

“Kita lihat sekarang terjadinya La Nina di mana-mana. Ini sangat berkaitan erat dengan lingkungan. Secara prinsip, konservasi menjadi pertahanan terakhir umat manusia untuk menjaga keseimbangan hidup,” tandasnya.

Hadir dalam pembukaan Peringatan HKAN 2021, Julie Sutrisno Laiskodat Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Partai NasDem, Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Pengembangan Generasi Muda dan Pramuka Pramu Risantho, serta para Kepala UPT KSDAE dari seluruh Indonesia. (*)