HCPSN Tahun 2021 mengusung tema Keanekaragaman puspa dan satwa: aset dasar pemulihan ekonomi nasional. Tema HCPSN tersebut sangat berkaitan erat dengan kegiatan-kegiatan peringatan HKAN yaitu pelepasliaran satwa liar dan penanaman pohon sebagai upaya rehabilitasi habitat, serta pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar untuk kesejahteraan masyarakat dan penerimaan pendapatan dan devisa negara.

Wiratno berpesan kepada seluruh pengelola kawasan konservasi yang hadir hari ini, untuk merangkul masyarakat, memberikan akses serta prioritas kepada masyarakat sekitar kawasan untuk ikut terlibat dalam pengelolaan kawasan konservasi, serta memberikan pendampingan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

“Pandemi COVID-19 telah memberikan kesempatan bagi kita untuk mawas diri agar pengelolaan hutan berkelanjutan kedepan lebih memperhatikan lingkungan, masyarakat sekitar dan tidak anti terhadap pembangunan,” ucapnya.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Benediktus Polo Maing mengapresiasi KLHK yang telah memilih menggelar puncak HKAN yang di Kota Kupang, NTT.