Sehingga, selain berwisata nantinya juga wisatawan dapat berkontribusi untuk mengembangkan wisata spesies tersebut. Pangsa pasar wisata ini terbilang baru, walaupun sebenarnya sudah ada beberapa contoh penerapannya, salah satunya Operation Wallacea di Wakatobi. Program ini menjual paket penelitian (pemantauan terumbu karang) di Taman Nasional Wakatobi untuk mahasiswa-mahasiswa dari Inggris.
Selain itu juga ada beberapa universitas dari Amerika Serikat, bermitra dengan Universitas Sanata Darma Yogyakarta rutin mengirimkan mahasiswanya untuk melakukan summer camp untuk mempelajari budaya di Yogyakarta dan Bali. Wisata dengan konsep seperti ini sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia.
Kedua target diatas diidentifikasi dengan mempertimbangkan antara lain perkembangan pangsa pasar wisata di bawah pandemi COVID-19.
United Nation World Tourism Organization (UNWTO) menyatakan pulihnya wisata internasional kemungkinan baru bisa dicapai dalam 4 tahunan (UNWTO, 2021).
Analisa McKinsey menghasilkan informasi yang kurang lebih sama, mereka memperkiraan pasar wisata baru kembali normal paling cepat 2-3 tahun ke depan, dengan wisata domestik pulih lebih cepat (McKinsey, 2020).



Tinggalkan Balasan