“Gubernur NTT yang sekarang nggak sukses untuk mereduksi angka kemiskinan, karena Gubernur sebelumnya juga angka kemiskinannya sekitar 19-21 persen,” ujarnya.

Dia menyebut, dari 160-an desa yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, hanya satu yang diaktegorikan sebagai desa maju. “Coba bayangkan kabupaten super premium dengan indikator-indikator mikro seperti
itu bagaimana jadinya,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk tingkat pendidikan di Kabuoaten Manggarai Barat masih terbelakang. “Angka buta huruf di Manggarai Barat 17 persen tidak sekolah, angka tamatan SD 41 persen, tamatan SMP 21 persen dan angka lulus SMA sampai doktoral hanya 27 persen,” pungkasnya.

Hadir sebagai pemateri, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT, Drs. Marsianus Jawa, M.Si, Sekjend Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika, Pengamat Lingkungan, Rully Sumanda S.H dan Peneliti Alpha Research Database, Ferdy Hasiman. (*)