Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT, Marsianus Jawa mengatakan, hingga triwulan III, realisasi investasi NTT capai 3,6 triliun dari target nasional, yaitu Rp 7,2 triliun.
“Sampai pada triwulan III ini, kita baru mencapai 3,6 triliun dari target 7,2 target nasional. Target yang diberikan Kementerian investasi kepada NTT 7,3. Hari ini kita baru sampe 3,2 triliun,” kata Marsianus.
Dia menyebut, incremental capital-output ratio (ICOR) NTT untuk tahun 2020 belum ada, karena pertumbuhan ekonomi NTT mengalami minus, berdasarkan data yang dihitung tahun 2018.
“Untuk 2020 belum kita dapat karena pertumbuhan ekonomi kita minus sehingga kita tidak bisa hitung itu. Yang kita bisa hitung 2018, kita masih sampai pada angka 9,6, nasional 6,” ujarnya.
Hal itu karena para investor mengalami kesulitan di bidang perizinan, sehingga para investor tidak efisien jika berinvestasi di NTT, karena pengurusan izin yang dinilai berbeli-belit.
“Keluhan itu masih ada sampai hari ini karena dalam suatu investasi proses izin itu ada kewenangan bupati, gubernur, dan pusat. Sehingga masih ada kesulitan. Kami coba untuk berikan pelayanan secara baik kepada semua investor yang berinvestasi di NTT,” sambung Marsianus.





Tinggalkan Balasan