“Salah satunya bagaimana kita ketahui seluruh perbankan khususnya bank umum sedang berupaya untuk memenuhi modal inti minimum harus mencapai Rp 3 Triliun pada akhir tahun 2024. Untuk itu kami terus mendorong manajemen dan pemilik dalam hal ini Pemerintah Daerah untuk mendorong pertumbuhan modal inti di Bank NTT ini,” terangnya.
Lebih jauh Robert merincikan, ada dua faktor yang merubah kondisi perbankan akhir-akhir ini yakni kondisi pandemi COVID 19, dan yang kedua, disrupsi teknologi. Dalam dunia perbankan menurutnya, bank bukan gedungnya, tetapi bank adalah pelayanannya.
“Jadi, sudah disampaikan apa-apa yang dilakukan oleh Bank NTT untuk mengantisipsi tantangan kedepan,”tegas Robert menambahkan, “Pada kesempatan ini saya ingin menggarisbawahi bagaimana Bank NTT ikut mendorong jasa dan layanannya memasuki layanan berbasis digital. Untuk itu kami sudah meluncurkan blue print transformasi digital perbankan untuk merespon pertumbuhan memasuki era revolusi industri 4.0 yang sudah berkembang,” jelasnya.



Tinggalkan Balasan