Sebagai masyarakat kecil, kami sesungguhnya menginginkan pembangunan yang mengutamakan kedamaian dan ketentraman jiwa raga kami sehingga kami boleh hidup bebas tanpa dibayang – bayangi ketakutan atau apa pun di atas tanah tumpah darah kami dan tidak terganggu aktivitas harian sebagai petani maupun peternak. Apalagi saat ini musim hujan sudah mulai turun dan para petani desa sedang mempersiapkan lahan mereka untuk menanam.
Masyarakat Adat tidak meminta lebih, mereka hanya minta dihormati dan dihargai hak – haknya sebagai pemilik tanah ulayat di wilyah ini.
Bapak Jokowi, entah sudah berapa kali Surat Terbuka yang dikirimkan Masyarakat Adat Rendu, Ndora dan Lambo kepada Bapak melalui media maupun media sosial bahkan mereka pernah mengantar sendiri suratnya ke istana negara di kediaman resmi Bapak dan saat itu mereka hanya diterima oleh staf khusus Presiden. Mereka hendak bertemu Bapak namun saat itu Bapak sedang sibuk atau padat acaranya sehingga mereka hanya menitipkan surat di stafnya Bapak. Hingga saat ini, mereka juga tidak tahu apakah surat tersebut telah dibaca Bapak atau belum kami juga tidak tahu. Kami berharap surat kali ini diterima dan dibaca Bapak.
Dari: Herman Yosep Junago, warga Rendu Butowe yang saat ini menetap di Malang, Jawa Timur.







Tinggalkan Balasan