Sebaliknya, ia mesti meneladani gaya hidup Yesus yang fleksibel, berpikir jauh ke depan, bersikap terbuka dengan siapa saja, tanggap terhadap realitas sosial rakyat dan yang lebih penting lagi ialah bersikap bijak untuk mendaratkan ide-ide cemerlang dalam kotbahnya ke dalam dunia hidup praktis seperti yang selalu dilakukan oleh Yesus Sang Guru di negeri Palestina dua ribuan tahun yang silam supaya tidak terjebak dalam bahaya idealisme hampa kaum Farisi.