“Dalam Uu ASN sudah tertata jelas, dan sejalan dengan amanat Uu. Bahwa harus berkompetisi untuk mendapatkan guru yang kompeten,” jelasnya.

Namun, kata dia, kebijakan dari Uu ASN sangat kontras dengan kenyataan yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Karena kita semua disini sangat membutuhkan guru. Karena di NTT sendiri, kita masih butuhkan ratusan guru. Dan ini bukan jumlah yang sedikit,” pungkasnya. (*)