Semua peserta tampak antusias memberikan jawaban dan pendapat yang kebanyakan merupakan pengalaman pribadi dan juga realita dalam interaksi kehidupan sosial di masyarakat.

Menurut Edi, uraian materi itu untuk mengukur pemahaman peserta terhadap analisa sosial untuk dikaitkan dengan paradigma sosial.

“Sekaligus membangun kesadaran sosial kritis, dialetika dan transformatif, termasuk memacuh partisipasi peserta untuk berpikir kritis,” kata Edi saat mempresentasikan materinya selama 90 menit dalam kegiatan bertajuk “Pemimpin Muda Serikat Media”.

Interaksi dengan peserta semakin intensif saat sesi tanya jawab. Sejumlah pertanyaan kritis dilontarkan peserta, dan semuanya direspon pemateri dengan penjelasan yang luar biasa.
“Saya berharap teman-teman peserta nantinya menjadi pelopor dalam pembentukan serikat media di daerah ini. Harus lebih peduli terhadap persoalan sosial di sekitar kita, khususnya masalah ketenagakerjaan jurnalis,” harap Edi Faisol.

Tak kalah seru, Ikhsan Raharjo sebagai pemateri kedua, tampil mempresentasikan soal sejarah dan perkembangan kasus perburuhan atau ketenagakerjaan, propaganda zaman dahulu dan metode kampanye kekinian.