Hal itu menjadikan jurnalis tak hanya menghadapi resiko tertular Covid-19, namun kondisi kerja yang menjadikan upah mereka terpotong, bahkan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK.
Dengan demikian, serikat pekerja menjadi penting, terutama ketika beberapa perusahaan media terpaksa melakukan PHK, pengurangan gaji, penundaan gaji, dan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya.
Jika tidak, kapasitas serikat media yang diharapkan sebagai alat perjuangan menghadapi kebijakan di tengah pandemi, akan ikut tenggelam.
“Tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada para pemimpin serikat muda mengenai kondisi perburuhan saat ini, jaringan, dan mendiskusikan strategi serikat untuk mengatasi masalah,” sebut Obet Gerimu yang juga Ketua Divisi Ketenagakerjaan AJI Kupang.
Obet melanjutkan, kegiatan itu juga bertujuan meningkatkan kapasitas anggota serikat muda media bertindak sebagai pemimpin dan terlibat serta mempengaruhi gerakan, memastikan bahwa serikat pekerja tetap responsif terhadap kebutuhan generasi baru khususnya di tengah pandemi Covid-19.
Termasuk meningkatkan pengetahuan para pemimpin serikat muda tentang update undang-undang ketenagakerjaan, omnibus law, dan peraturan lainnya di Indonesia yang mempengaruhi ketenagakerjaan.
Serta untuk membekali anggota serikat media muda dengan keterampilan baru yang diperlukan untuk berkomunikasi, merekrut, mempertahankan, dan melayani jurnalis muda, terutama di sektor digital.
Sekadar tahu, setelah pelatihan, akan ada 3 peserta terpilih yang akan menerima dana hibah masing-masing sebesar Rp
5.000.000 per orang.
Selain itu, semua peserta akan diundang untuk mengajukan proposal tentang kampanye media sosial yang berfokus pada pelibatan generasi muda terhadap isu-isu serikat pekerja.
Kegiatan ini diperlukan untuk memastikan anggota serikat media muda dapat menerapkan keterampilan baru mereka dalam berkomunikasi, merekrut, mempertahankan, dan melayani melalui hibah kecil ini, terutama di sektor digital.
Proses ini juga akan mendorong para jurnalis ini untuk memiliki kapasitas yang lebih maju dan membaginya dengan jurnalis dan pekerja media muda di daerah.







Tinggalkan Balasan