Ia berharap agar Pemprov NTT memperhatikan data pasien COVID-19 secara serius, karena data yang disampaikan akan menjadi acuan dalam pengambilan sebuah kebijakan.
“Karena data ini akan digunakan untuk pengalokasian anggaran dalam menangani COVID-19. Sehingga kalau data ini tidak pasti, maka akan menjadi kesulitan bagi kita. Jadi kita harap pemerintah harus serius untuk memperhatikan soal data ini,” jelasnya.
Nomleni juga mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk melakukan cross check terkait data yang dilaporkan.
“Setelah dicek, ternyata data itu diinput langsung oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, dan jumlah tersebut merupakan akumulasi dari semua pasien COVID dalam beberapa waktu terakhir,” terang Emi Nomleni.
Kepada Satgas COVID-19 Kabupaten/Kota di NTT, Nomleni berharap agar selalu menginput data secara valid, dan data tersebut wajib dipilah lagi, antara pasien yang terpapar COVID per hari, sampai pada akumulasi secara keseluruhan.
“Supaya data itu tidak menjadi catatan bahwa setiap hari kenaikan jumlah kasus seperti ini. Padahal itu akumulasi dari beberapa hari dari kabupaten yang belum sempat diinput,” tegas Emi Nomleni.



Tinggalkan Balasan