Di tengah pandemi COVID-19, Fahmi mengaku bisnisnya justru mengalami pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Karena bisnis yang digelutinya bergerak pada sektor sembako. Namun, secara keseluruhan, keuntungannya sedikit menurun karena margin sembako tidak sebesar harga produk lain.
“Memang keuntungan kita menurun. Tetapi barangnya cepat laku. Karena bidang bisnis saya kan bergerak di jualan sembako, jadi di masa pandemi ini, orang mungkin menunda untuk beli fashion, elektornik dan kebutuhan lainnya. Tetapi kalau makanan, tidak ada orang yang tunda. Pasti mereka beli,” ungkapnya.
Untuk mempermudah costumer Jabal Mart di masa pandemi, pihaknya menyiasati sejumlah strategi, yaitu melakukan penjualan secara online dengan melakukan pembayaran secara tunai atau COD (Cash On Delivery) dan menggunakan aplikasi QRIS (Quick Respons Code Indonesian Standard).
“Jadi di tengah pandemi, costumer kita cukup di rumah saja. Barangnya nanti kita kirimkan. Ketika produknya tiba, mereka bisa langsung bertransaksi dari rumah menggunakan aplikasi Qris,” terannya.



Tinggalkan Balasan