“Mudah-mudahan bisnis ini terus bertumbuh, sehingga semakin banyak tenaga kerja yang kita rekrut untuk dipekerjakan. Ini lah bentuk kontribusi kita untuk daerah,” terang Fahmi Abdulah.

Ke depan, Fahmi mempunyai target besar, yaitu ingin terus membuka cabang Jabal Mart di semua wilayah yang berada di daratan Pulau Timor, hingga ke Pulau Sumba, Flores dan Kabupaten Alor.

“Visi misi saya sampai tahun 2025, Jabal Mart harus ada di semua daratan Pulau Timor. Hanya sisa Soe dan Malaka yang belum saya masuk. Jika 2025 semua sudah tercapai, kita akan buka lagi di Flores, Sumba dan Alor,” jelasnya.

Menurutnya, negara masih membutuhkan banyak pengusaha untuk menopang perekonomian daerah. Sementara rasio pengusaha yang ada di Indonesia masih tergolong sedikit.

“Mindset-nya kita harus bentuk, agar banyak yang mau beralih menjadi pengusaha. Karena sumber pajak negara paling banyak dari pengusaha. Selain itu kita mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Jadi jangan semua mau jadi PNS lah,” harapnya.

Dengan demikian, Fahmi Abdulah berpesan kepada kaum milenial untuk sama-sama mencoba passion mereka di dunia usaha. Menurutnya, menjadi pengusaha bukan menjadi hal yang sulit, karena semuanya bisa dipelajari.

“Karena ilmunya itu ada. Kalau mau, mari dan bergabung di unit-unit yang berkaitan dengan pembentukan karakter. Seperti di HIMPI dan JAKNAS. Itu merupakan atmosfer yang bisa dipelajari dalam dunia usaha,” ucapnya.

“Karena JAKNAS merupakan lembaga yang saling berkolaborasi, sekaligus melatih kita untuk cara mengembangkan usaha dari kelas UMKM hingga jadi pengusaha sukses,” sambungnya.

Bisnis Properti dan Dukungan Bank NTT

Selain memiliki usaha di bidang Sembako, CEO Jabal Mart, Fahmi Abdulah juga terjun langsung ke dunia bisnis properti, karena melihat peluang pasar yang sangat luar biasa di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

“Dulu di Kefa, saya melihat jumlah pendatang sangat banyak. Seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan masyarakat dari luar daerah Kefa bertambah. Dan mereka tinggal di kos. Sehingga saya melihat ada peluang pasar untuk bisnis properti,” jelas Fahmi.