“Maria Anita menunggu terlalu lama, sejak pukul 13:00-17:00 Wita dengan kondisi bayi menggantung, dan ibunya yang terus mengerang kesakitan,” ucap RU.
Dia menjelaskan, tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, pasien langsung mendapatkan perawatan medis. Para dokter kemudian berupaya keras untuk menyelamatkan nyawa calon bayi dari Maria dan Afrianus.
Namun, Tuhan berkehendak lain. Minggu 10 Juli 2021, Anita dan Afrianus, serta keluarga harus menerima kenyataan pahit, karena nyawa bayi malang itu tak dapat diselamatkan dokter.
Peristiwa duka tersebut tentu tidak lepas dari ulah petugas medis di Puskesmas Wae Codi yang tidak manusiawi, karena telah menelantarkan pasien dan bayinya hingga berjam-jam lamanya, demi mendapatkan uang Rp300.000 dari keluarga pasien.
“Andai saja kemarin mamanya cepat diantar ke RS mungkin tidak seperti ini. Andai sopirnya masuk kantor, mungkin bayi kecil itu selamat,” kata RU.
Meski demikian, pihak keluarga telah iklas menerima peristiwa tersebut sebagai kehendak Tuhan. “Karena malaikat kecil itu hanya datang menunjukan wujud dan kembali ke surga. Itu merupakan takdir,” ungkapnya.



Tinggalkan Balasan