Meski demikian, pihak keluarga telah iklas menerima peristiwa tersebut sebagai kehendak Tuhan. “Karena malaikat kecil itu hanya datang menunjukan wujud dan kembali ke surga. Itu merupakan takdir,” ungkapnya.
Dia menambahkan, keluarga sangat menyayangkan prilaku petugas medis Puskesmas Wae Codi dan sopir Ambulance yang tidak berada di tempat, padahal masih jam kantor.
“Apakah semua pasien harus mengalami hal seperti ini, terus kenapa sopir itu harus dibayar. Terlalu banyak pertanyaan yang hendak kami ajukan. Ini adalah kisah pilu pelayanan kesehatan di Manggarai. Semoga pemerintah cepat bertindak. Jangan sampai hal seperti ini terus terjadi,” imbuhnya. (*)
Halaman







Tinggalkan Balasan