Dalam rangka menyambut HUT Bank NTT ke-59, langkah yang dilakukan secara serentak di seluruh unit, adalah menciptakan bisnis Bank secara kreatif.

“Hari ini kita datang ke Fulan Fehan, Tuamese, dan Dualaus. Ini merupakan bentuk dari langkah kreatif yang kita lakukan secara bersama, sehingga kita tidak mati terkungkung oleh pandemi Covid-19,” tandasnya.

Patenkan Motif Kain Tenun NTT

Dalam kesempatan yang sama, Dirut Bank NTT juga menyatakan siap berkoordinasi dengan semua stakholder terkait, untuk mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Indikasi Geografis (IG) semua motif kain tenun NTT.

“Kain tenun hasil karya intelektual kaum perempuan NTT, akan kita bantu buat hak ciptanya, supaya tidak ada duplikasi terhadap kain tenun NTT,” ungkap Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho.

Menurutnya, hasil intelektual yang dihasilkan kaum perempuan harus di daftar untuk masuk dalam pasar terbuka, karena memiliki nilai yang berbeda dan keunggulan.

“Talenta seperti ini wajib dilindungi, sehingga tidak terjadi copy/paste atau copyright untuk dilakukan praktek curang terhadap karya cipta yang dimiliki,” harap Riwu Kaho.