Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam sambutannya berharap agar masyarakat dapat mengolah pangan secara baik, sehingga dapat memiliki nilai jual yang dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga.
“Di sini tersaji pisang rebus, ubi goreng, dan pisang goreng. Ini harus direkayasa dengan potongan rapi, ditambah sayur, daging, dan telur, maka ini akan menjadi burger yang dijual dengan lebih mahal. Karena kalau hanya pisang rebus, belum ada nilai jualnya,” ujar Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam kunjungannya pada Jumat 2 Juli 2021.
Ia menjelaskan, Kabupaten Belu merupakan salah satu daerah penghasil madu, yang dikombinasikan dengan pangan lokal, maka kesehatan masyarakat pasti akan terjamin. Terlebih pada situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.
Untuk menjaga kesehatan masyarakat, pihaknya terus mengkampanyekan kepada masyarakat untuk mengurangi konsumsi gula kristal, karena memiliki dampak buruk bagi kesehatan.
“Ini yang perlu diperhatikan. Jadi kita harap untuk manfaatkan gula sarang semut dan gula lempeng untuk dikonsumsi. Karena sudah terbukti tidak ada dampak buruk bagi kesehatan,” ucapnya.





Tinggalkan Balasan