“Kain tenun hasil karya intelektual kaum perempuan NTT, akan kita bantu buat hak ciptanya, supaya tidak ada duplikasi terhadap kain tenun NTT,” ungkap Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho.
Menurutnya, hasil intelektual yang dihasilkan kaum perempuan harus di daftar untuk masuk dalam pasar terbuka, karena memiliki nilai yang berbeda dan keunggulan.
“Talenta seperti ini wajib dilindungi, sehingga tidak terjadi copy/paste atau copyright untuk dilakukan praktek curang terhadap karya cipta yang dimiliki,” harap Riwu Kaho.
Camat Kakuluk Mesak, Amandus Linci menyampaikan terima kasih atas pengembangan Desa Dualaus sebagai Desa Binaan Bank NTT.
“Saat ini sudah lebih dari 200 pengunjung yang datang ke lokasi tersebut. Sehingga ada nilai tambah sangat luar biasa yang dimotori oleh Bank NTT bagi masyarakat Kabupaten Belu, khususnya Kecamatan Kakuluk Mesak, Desa Dualaus,” ujar Amandus Linci.
Mewakili masyarakat Desa Dualaus, ia menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT, karena dengan ditetapkannya Desa Dualaus sebagai Desa Binaan Bank NTT, wilayah tersebut semakin dikenal oleh masyarakat luas.
“Kami juga mendapat dukungan modal dari Bank NTT. Kami berharap apabila ada tambahan program lain, Kecamatan Kakuluk Mesak siap menerima program tersebut,” jelasnya.
Pasca menikmati makanan lokal, rombongan Direksi dan pejabat Bank NTT mengunjungi dan membeli produk UMKM yang ada di Lopo Di@ Bisa Bank NTT Dualaus. (*)







Tinggalkan Balasan