“Kami hadir di sini membawa surat kritik sebenarnya, terkait rekomendasi yang dibuat Uskup Ruteng. Karena awalnya pihak Keuskupan Ruteng bersama dengan kami menolak proyek geothermal dan sebelumnya Keuskupan Ruteng membuat surat resmi untuk membatalkan proyek ini sesuai permintaan kami,” ujarnya.

Namun saat ini, pihak Keuskupan Ruteng malah berubah sikap dengan melayangkan surat rekomendasi kepada Presiden Jokowi untuk segera melanjutkan proyek yang dinilai sangat merugikan masyarakat Desa Wae Sano itu.

Rofinus menegaskan, surat rekomendasi Keuskupan Ruteng yang dilayangkan ke Presiden Jokowi tidak mewakili kepentingan warga Desa Wae Sano, karena pihak Keuskupan Ruteng tidak pernah membuat kesepakatan dengan warga untuk melanjutkan proyek tersebut.

Rofinus menuturkan bahwa, pihaknya bakal melayangkan surat penolakan kepada Presiden Jokowi agar tidak melanjutkan proyek geothermal di Desa Wae Sano. Menurut Rofinus, proyek yang diklaim menghasilkan 10 hingga 35 megawatt listrik ini sangat mengancam ruang hidup mereka. Bahkan tidak berdampak positif terhadap kehidupan warga setempat.