Ruteng, KN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) resmi meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Agroforestry Hetero di Dusun Tantong, Desa Wewo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (4/6).

Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu. Program Agroforestry Hetero juga merupakan tindak lanjut dari hasil konsinyering dalam proses Free, Prior and Informed Consent (FPIC) atau Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa) yang dilaksanakan bersama masyarakat adat setempat.

Melalui pemanfaatan lahan tidur menjadi kawasan pertanian produktif, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Masyarakat Adat Dusun Tantong, Yuliana Nirmala, mengaku bersyukur atas kehadiran program yang dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para petani dan kelompok perempuan.

“Kami sangat bersyukur dengan kehadiran program pertanian dari PLN untuk Desa Wewo. Program ini memberi semangat baru bagi masyarakat untuk mengelola lahan dan meningkatkan hasil pertanian,” ujar Yuliana.
Dalam pelaksanaannya, PT PLN (Persero) UIP Nusra memberikan dukungan menyeluruh mulai dari pembukaan lahan, penyediaan peralatan kerja, benih, pupuk, hingga pendampingan teknis pertanian secara berkelanjutan.

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Ulumbu, Roya Ginting, menjelaskan bahwa program Agroforestry Hetero diawali dengan pembukaan lahan pertanian seluas 1,5 hektare yang mengintegrasikan tanaman perkebunan, tanaman buah, dan tanaman pangan.

“Hari ini secara resmi kami meluncurkan program Agroforestry Hetero yang diawali dengan pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di wilayah Tantong, Desa Wewo. PLN juga menyediakan alat kerja, pupuk, bibit tanaman, serta satu orang pendamping pertanian yang akan mendampingi masyarakat selama program berjalan,” jelas Roya.