Ruteng, KN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melibatkan masyarakat adat dalam pembangunan akses jalan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5 berkapasitas 10 Megawatt (MW) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 47 dari total 63 pekerja atau 74,6 persen merupakan tenaga kerja lokal.
Keterlibatan masyarakat lokal berjalan seiring dengan pekerjaan penyiapan akses menuju area proyek. Saat ini, pekerjaan meliputi penghamparan dan pemadatan base course, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), serta drainase pada sejumlah titik jalur akses.
Salah satu tenaga kerja lokal, Reinaldis Avionita Esong, bekerja sebagai paramedis pada proyek PLTP Ulumbu Unit 5. Ia memperoleh informasi mengenai kesempatan kerja saat sosialisasi pekerjaan dalam rangkaian Free, Prior and Informed Consent (FPIC) yang dilaksanakan melalui rumah gendang. Setelah itu, ia mengikuti proses seleksi dan dinyatakan lolos.
“Saya senang bisa mendapatkan kesempatan bekerja dekat dengan rumah, mendapatkan pengalaman baru, sekaligus menerapkan ilmu yang saya peroleh saat kuliah. Kesempatan ini juga menjadi kebanggaan bagi saya karena bisa membanggakan orang tua,” ujar Reinaldis.
Ketua Gendang Wewo, Hendrikus Ampak, mengatakan proses FPIC menjadi ruang bagi masyarakat adat untuk memperoleh informasi mengenai pengembangan panas bumi secara menyeluruh, mulai dari rencana proyek, potensi dampak positif maupun negatif, hingga langkah mitigasinya.
“Sejak awal FPIC, PLN menjelaskan dengan baik kepada kami mengenai geothermal, proyek yang akan dilaksanakan, dampaknya, serta bagaimana mitigasinya. Seluruh masyarakat gendang kami undang ke rumah gendang dan mereka mengikuti serta memperhatikan penjelasan yang disampaikan dalam forum tersebut,” kata Hendrikus.
Menurut Hendrikus, hasil komunikasi yang dibangun melalui FPIC kini mulai terlihat dalam pelaksanaan program di lapangan, termasuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta terbukanya kesempatan bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam pekerjaan sesuai kebutuhan dan kualifikasi proyek.






Tinggalkan Balasan